Fungsi investasi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dengan pendapatan nasional. Dalam hubungannya dengan pendapatan nasional, investasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a. Investasi Otonom (Autonomous Investment) Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga. Jadi, tinggi rendahnya pendapatan nasional tidak...
Assalamu'alaikum Wr Wb rasa syukur saya panjatkan kehadirat allah SWT,karena rahmatnyalah saya bisa menciptakan laman ini yang tak lain bertujuan untuk membantu saudara"q yang menempuh kuliah jurusan penjaskes.kami disini mempunyai keinginan agar mereka" yang membutuhkan bisa lebih mudah lagi mencari tugas"nya semoga dengan pa yang ada ini bisa berguna buat mereka" yang membutuhkan.terakhirkalinya saya ucapkan semoga bermanfaat.amin.jazakumulloh khairon katsiron wassalamu'alaikum Wr Wb
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI X. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Juni 2011
Minggu, 12 Juni 2011
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Hukum Permintaan (demand) dan penawaran (supply) sangat berlaku pada perekonomian, karena kedua hal ini akan saling berpengaruh terhadap satu sama lain. Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan ,penawaran dan kuantitas yang saling mempengaruhi.
A. Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan : adalah sebuah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan Penawaran adalah sebuah barang yang dijual dan ditawarkan pada suatu harga tertentu.
B. Hukum Permintaan dan Penawaran
Permintaan : jumlah produk yang di minta berbanding terbalik dengan harga,maksudnya jika harga barang naik maka jumlah permintaannya akan turun dan sebaliknya. Kondisi ini bersifat ceteris paribus artinya semua factor yang mempengaruhi berlakunya hokum permintaan dianggap tetap.
Penawaran : jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga, maksudnya jika harga naik maka jumlah permintaan juga akan naik dan sebaliknya.
C. Analisis Matematis Permintaan dan Penawaran
Permintaan
Analisis ini berfungsi untuk menggambar dan memperhitungkan harga dan jumlah permintaan agar lebih mudah dan matematis. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
Ø Fungsi permintaan dituliskan : Qd = a-b.P
Dimana : Qd = jumlah barang yang diminta
a = konstanta
b = gradien garis
P = harga barang
Ø Rumus persamaan garis melalui dua titik
P – P1 Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
Penawaran
Ø Fungsi Penawaran dituliskan : Qs = -a + b . P
Dimana : Qs = jumlah barang yang ditawarkan
a = konstanta
b = gradient garis
P = harga barang
Ø Rumus persamaan garis melalui dua titik
P – P1 Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Permintaan (Demand)
1. Perilaku Konsumen
Misalnya seperti sekarang ini Blackberry yang menjadi selera (kebanyakan dari konsumen suka dengan hp model blackberry),akan tetapi berapa tahun berikutnya belum tentu Blakcberry menjadi barang trend lagi.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Misal jika roti tawar tidak ada atau mungkin harganya menjadi semakin mahal maka barang seperti meisis,selai dan margarine akan turun permintaannya.
3. Pendapatan atau penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar maka ia akan dapat membeli banyak barnag yang diinginkannya, tetapi jika pendapatannya rendah maka ia akan mengirit semua pemakaian barang agar tidak terlalu sering membelinya.
4. Perkiraan harga di masa depan
Jika ada barang yang diperkirakan akan naik harganya maka orang akan cenderung membeli dan menimbunnya pada saat harga barang itu asih rendah. Contoh : BBM.
5. Banyaknya / intensitas kebutuhan konsumen
Misal pada saat flu burung dan flu babi menjadi sorotan masyarakat, maka produk masker pelindung akan sangat laris.
Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit namun dengan harga jual yan g lebih mahal, karena tidak mampu bersaing dengan barang yang sejenis dan takut produknya tidak laku terjual.
2. Tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjaual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual menjadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dengan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dan dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual menjadi lebih tinggi sehingga perusahaan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti / pelengkap
Jika di pasar ada produk pesaing sejenis yan harganya lebih murah maka konsumen akan beralih ke produk yang harganya lebih murah tersebut sehingga terjadi penurunan permintaan dan akhirnya penawaranpun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan memepersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan atau menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
A. Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan : adalah sebuah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan Penawaran adalah sebuah barang yang dijual dan ditawarkan pada suatu harga tertentu.
B. Hukum Permintaan dan Penawaran
Permintaan : jumlah produk yang di minta berbanding terbalik dengan harga,maksudnya jika harga barang naik maka jumlah permintaannya akan turun dan sebaliknya. Kondisi ini bersifat ceteris paribus artinya semua factor yang mempengaruhi berlakunya hokum permintaan dianggap tetap.
Penawaran : jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga, maksudnya jika harga naik maka jumlah permintaan juga akan naik dan sebaliknya.
C. Analisis Matematis Permintaan dan Penawaran
Permintaan
Analisis ini berfungsi untuk menggambar dan memperhitungkan harga dan jumlah permintaan agar lebih mudah dan matematis. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
Ø Fungsi permintaan dituliskan : Qd = a-b.P
Dimana : Qd = jumlah barang yang diminta
a = konstanta
b = gradien garis
P = harga barang
Ø Rumus persamaan garis melalui dua titik
P – P1 Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
Penawaran
Ø Fungsi Penawaran dituliskan : Qs = -a + b . P
Dimana : Qs = jumlah barang yang ditawarkan
a = konstanta
b = gradient garis
P = harga barang
Ø Rumus persamaan garis melalui dua titik
P – P1 Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Permintaan (Demand)
1. Perilaku Konsumen
Misalnya seperti sekarang ini Blackberry yang menjadi selera (kebanyakan dari konsumen suka dengan hp model blackberry),akan tetapi berapa tahun berikutnya belum tentu Blakcberry menjadi barang trend lagi.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Misal jika roti tawar tidak ada atau mungkin harganya menjadi semakin mahal maka barang seperti meisis,selai dan margarine akan turun permintaannya.
3. Pendapatan atau penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar maka ia akan dapat membeli banyak barnag yang diinginkannya, tetapi jika pendapatannya rendah maka ia akan mengirit semua pemakaian barang agar tidak terlalu sering membelinya.
4. Perkiraan harga di masa depan
Jika ada barang yang diperkirakan akan naik harganya maka orang akan cenderung membeli dan menimbunnya pada saat harga barang itu asih rendah. Contoh : BBM.
5. Banyaknya / intensitas kebutuhan konsumen
Misal pada saat flu burung dan flu babi menjadi sorotan masyarakat, maka produk masker pelindung akan sangat laris.
Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit namun dengan harga jual yan g lebih mahal, karena tidak mampu bersaing dengan barang yang sejenis dan takut produknya tidak laku terjual.
2. Tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjaual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual menjadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dengan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dan dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual menjadi lebih tinggi sehingga perusahaan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti / pelengkap
Jika di pasar ada produk pesaing sejenis yan harganya lebih murah maka konsumen akan beralih ke produk yang harganya lebih murah tersebut sehingga terjadi penurunan permintaan dan akhirnya penawaranpun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan memepersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan atau menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
EKONOMI MAKRO DAN MIKRO
Ekonomi Makro
Ekonomi Makro, mengkaji mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel yang juga berdampak atas beragam tindakan pemerintah tersebut, antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ruang lingkup kajian ekonomi makro adalah usaha masyarakat dan pemerintah dalam mengelola faktor produksi secara efisien. Landasan kajian ekonomi makro adalah teori Keynes Ekonomi makro memusatkan perhatian pada usaha masyarakat sebagai satu kesatuan untuk melakukan efisiensi dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro, mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Ruang lingkup kajian ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith. Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah individu-individu pada rumah tangga keluarga, masyarakat, atau perusahaan.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Harga
Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).
Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis
Ekonomi Mikro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan.
Ekonomi Makro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Tujuan analisis
Ekonomi Mikro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
Ekonomi Makro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Ekonomi Makro, mengkaji mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel yang juga berdampak atas beragam tindakan pemerintah tersebut, antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ruang lingkup kajian ekonomi makro adalah usaha masyarakat dan pemerintah dalam mengelola faktor produksi secara efisien. Landasan kajian ekonomi makro adalah teori Keynes Ekonomi makro memusatkan perhatian pada usaha masyarakat sebagai satu kesatuan untuk melakukan efisiensi dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro, mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Ruang lingkup kajian ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith. Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah individu-individu pada rumah tangga keluarga, masyarakat, atau perusahaan.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Harga
Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).
Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis
Ekonomi Mikro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan.
Ekonomi Makro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Tujuan analisis
Ekonomi Mikro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
Ekonomi Makro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan.
FUNGSI INVESTASI
Fungsi investasi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dengan pendapatan nasional. Dalam hubungannya dengan pendapatan nasional, investasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Investasi Otonom (Autonomous Investment)
Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga. Jadi, tinggi rendahnya pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan.
I
Perhatikan kurva berikut!
Berdasarkan kurva di samping, apabila suku bunga tinggi, jumlah investasi akan berkurang, sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak investasi. Akibat dari perubahan suku bunga kepada investasi digambarkan oleh kurva l1 dan l2. Apabila suku bunga adalah ro jumlah investasi lo. Misalkan suku bunga turun ke r2, maka mengakibatkan pertambahan investasi menjadi l2, sebaliknya apabila suku bunga naik menjadi rl, Pendapatan maka akan mengakibatkan investasi turun, yaitu menjadi l1,
b. Investasi Terpengaruh (Induced Investment)
Investasi terpengaruh adalah investasi yang didorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional naik investasi juga akan naik, jika pendapat nasional turun maka investasi juga menurun. Peningkatan pendapatan nasional diikuti kenaikan investasi karena kenaikan pendapatan nasional akan membawa serta kenaikan konsumsi, sehingga produksi dan investasi juga bertambah.
Keseimbangan dalam perekonomian terjadi apabila:
1) Y = C + I, yaitu pendapatan nasional sama dengan konsumsi ditambah investasi.
2) I = S, yaitu investasi sama dengan tabungan.
Perhatikan kurva berikut!
Pada keadaan seimbang seperti pada kurva di samping dipenuhi syarat keseimbangan yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran (C + I). Atau tabungan (S) sama dengan pengeluaran investasi sektor swasta (I). Sedangkan Y = E merupakan syarat keseimbangan perekonomian, yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran.
a. Investasi Otonom (Autonomous Investment)
Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga. Jadi, tinggi rendahnya pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan.
I
Perhatikan kurva berikut!
Berdasarkan kurva di samping, apabila suku bunga tinggi, jumlah investasi akan berkurang, sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak investasi. Akibat dari perubahan suku bunga kepada investasi digambarkan oleh kurva l1 dan l2. Apabila suku bunga adalah ro jumlah investasi lo. Misalkan suku bunga turun ke r2, maka mengakibatkan pertambahan investasi menjadi l2, sebaliknya apabila suku bunga naik menjadi rl, Pendapatan maka akan mengakibatkan investasi turun, yaitu menjadi l1,
b. Investasi Terpengaruh (Induced Investment)
Investasi terpengaruh adalah investasi yang didorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional naik investasi juga akan naik, jika pendapat nasional turun maka investasi juga menurun. Peningkatan pendapatan nasional diikuti kenaikan investasi karena kenaikan pendapatan nasional akan membawa serta kenaikan konsumsi, sehingga produksi dan investasi juga bertambah.
Keseimbangan dalam perekonomian terjadi apabila:
1) Y = C + I, yaitu pendapatan nasional sama dengan konsumsi ditambah investasi.
2) I = S, yaitu investasi sama dengan tabungan.
Perhatikan kurva berikut!
Pada keadaan seimbang seperti pada kurva di samping dipenuhi syarat keseimbangan yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran (C + I). Atau tabungan (S) sama dengan pengeluaran investasi sektor swasta (I). Sedangkan Y = E merupakan syarat keseimbangan perekonomian, yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran.
UANG
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima saecara umum. Alat tukar itu berupa benda apa saja yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Sedangkan uang dalam ilmu ekonomi modern, didefinisikan beberapa ahli sebagai berikut: 1. AC Pigou; dalam bukunya The Veil of Money, yang dimaksud uang adalah alat tukar. 2. DH Robertson; dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang. 3. RG Thomas; dalam bukunya Our Modern Banking, menjelaskan uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang
Langganan:
Komentar (Atom)